MENEGUHKAN KEPRIBADIAN
Memimpin dengan hati yang benar akan membuat hati seorang pemimpin menjadi kuat. Kekuatan ahti seorang pemimpin akan membawa kepada sikap hati yang teguh dan memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi (Dan. 12:3)
Seorang pemimpin yang memiliki komitmen dan berdedikasi bukan berarti memiliki keinginan yang tidak bisa diganggung gugat. Seorang pemimpin dengan kepribadian kuat juga memiliki hati yang terbuka,sehingga dapat berempati secara unggul dan memiliki relasi yang baik dengan mereka yang dipimpin serta bisa bekerjasama dengan mereka (Yes.32:1-2)
Dengan hati yang terbuka dan memiliki empati yang tinggi,seorang pemimpin akan memiliki hati yang besar sehingga ia tabah dan ulet untuk menghadapi segala persoalan yang nyata (Yes 32:8).
BIJAKSANA DALAM MEMIMPIN
Memimpin dengan hati membuat seorang pemimpin menjadi bijak dalam membuat setiap keputusan. Keputusan bijak yang dibuat oleh seorang pemimpin dilatar belakangi oleh pikiran positif dalam melihat berbagai pertimbangan,usulan atau saran. Keputusan bijak juga dipengaruhi oleh kehendak yang terkendali. Dengan mengendalikan diri dan tidak mementingkan diri sendiri,maka seorang pemimpin akan membuat keputusan yang bisa memajukan organisasi yang dipimpinnya.
Kebijakan seorang pemimpin akan semakin karena pemimpin yang bijak juga memiliki sikap proaktif untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Dengan demikian seorang pemimpin tidak hanya menjadi berkat dalam kata-kata,tetapi juga menjadi teladan dalam setiap tindakan yang dilakukan. (1 Raj. 3:7-14;16-28)
MENEGUHKAN HUBUNGAN
Pemimpin yang memiliki hati yang terbuka,hati yang besar dan pikiran positif,secara otomatis akan memiliki hati yang percaya secara tulus kepada orang yang dipimpin untuk melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakannya. Rasa kepercayaan yang tulus akan membuat perasaan seorang pemimpin menjadi tenang dan bisa focus untuk makin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pemimpin yang memiliki hati yang rendah (baca: rendah hati) akan terbuka terhadap ide dari bawahan dan mau mengakui kelebihan-kelebihan sesame rekan pemimpin bahkan mengakui keunggulan rekan-rekan yang dipimpinnya. Rasa menghargai ini tercermin dalam kata-kata pemimpin yang selalu memotivasi orang-orang yang dipimpin untuk terus maju dan berkembang. Sikap ini akan membuat seorang pemimpin menjadi lebih sinergis dalam memutuskan suatu kebijakan dan melaksanakannya. (Flp.2:1-11)
JELI MELIHAT DAN MEMANFAATKAN PELUANG
Pemimpin yang memiliki hati terbuka akan jeli dalam melihat segala kemungkinan strategis untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Dengan hati yang kuat dan pikiran positif,maka kepercayaan diri untuk mengambil kesempatan tidak akan terlewatkan.
Dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,sikap pemimpin akan mengeluarkan sikap entrepreneur-nya,yaitu usahawan atau sikap yang selalu mengusahakan kemajuan organisasinya. Setiap kesempatan yang bagus akan ditindak lanjuti dengan kehendak yang kuat dan bersemangat. Kata-kata yang diucapkan akan marketable,yakni selalu mengusahakan kata-kata untuk menyebutkan keunggulan organisasinya tanpa merendahkan atau meremehkan organisasi lainnya. Inilah yang membedakan kata-kata marketable,seorang yang memimpin dengan hati yang rendah dengan orang yang memimpin dengan hati duniawi yang menghalalkan segala cara dalam sistem marketing mereka.
Pemimpin tidak hanya berhenti dengan kata-kata marketable-nya,tetapi terus berlanjut dengan tindakan taktis-produktif. Tindakan taktis berarti tindakan yang selalu menggunakan rencana yang matang dan sistem yang baik untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dan tindakan produktif adalah tindakan yang tidak pernah berhenti membuat produk-produk atau strategi baru untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya (Ams 31:10-31).
Keunggulan di atas akan semakin lengkap lagi bila kita pelajari dan terapkan kebaikan hati Tuhan Yesus dalam memimpin yang akan dijabarkan minggu mendatang.
Yesaya 32 : 8
“Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur,dan ia selalu bertindak demikian.”
Memimpin dengan hati yang benar akan membuat hati seorang pemimpin menjadi kuat. Kekuatan ahti seorang pemimpin akan membawa kepada sikap hati yang teguh dan memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi (Dan. 12:3)
Seorang pemimpin yang memiliki komitmen dan berdedikasi bukan berarti memiliki keinginan yang tidak bisa diganggung gugat. Seorang pemimpin dengan kepribadian kuat juga memiliki hati yang terbuka,sehingga dapat berempati secara unggul dan memiliki relasi yang baik dengan mereka yang dipimpin serta bisa bekerjasama dengan mereka (Yes.32:1-2)
Dengan hati yang terbuka dan memiliki empati yang tinggi,seorang pemimpin akan memiliki hati yang besar sehingga ia tabah dan ulet untuk menghadapi segala persoalan yang nyata (Yes 32:8).
BIJAKSANA DALAM MEMIMPIN
Memimpin dengan hati membuat seorang pemimpin menjadi bijak dalam membuat setiap keputusan. Keputusan bijak yang dibuat oleh seorang pemimpin dilatar belakangi oleh pikiran positif dalam melihat berbagai pertimbangan,usulan atau saran. Keputusan bijak juga dipengaruhi oleh kehendak yang terkendali. Dengan mengendalikan diri dan tidak mementingkan diri sendiri,maka seorang pemimpin akan membuat keputusan yang bisa memajukan organisasi yang dipimpinnya.
Kebijakan seorang pemimpin akan semakin karena pemimpin yang bijak juga memiliki sikap proaktif untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Dengan demikian seorang pemimpin tidak hanya menjadi berkat dalam kata-kata,tetapi juga menjadi teladan dalam setiap tindakan yang dilakukan. (1 Raj. 3:7-14;16-28)
MENEGUHKAN HUBUNGAN
Pemimpin yang memiliki hati yang terbuka,hati yang besar dan pikiran positif,secara otomatis akan memiliki hati yang percaya secara tulus kepada orang yang dipimpin untuk melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakannya. Rasa kepercayaan yang tulus akan membuat perasaan seorang pemimpin menjadi tenang dan bisa focus untuk makin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pemimpin yang memiliki hati yang rendah (baca: rendah hati) akan terbuka terhadap ide dari bawahan dan mau mengakui kelebihan-kelebihan sesame rekan pemimpin bahkan mengakui keunggulan rekan-rekan yang dipimpinnya. Rasa menghargai ini tercermin dalam kata-kata pemimpin yang selalu memotivasi orang-orang yang dipimpin untuk terus maju dan berkembang. Sikap ini akan membuat seorang pemimpin menjadi lebih sinergis dalam memutuskan suatu kebijakan dan melaksanakannya. (Flp.2:1-11)
JELI MELIHAT DAN MEMANFAATKAN PELUANG
Pemimpin yang memiliki hati terbuka akan jeli dalam melihat segala kemungkinan strategis untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Dengan hati yang kuat dan pikiran positif,maka kepercayaan diri untuk mengambil kesempatan tidak akan terlewatkan.
Dengan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,sikap pemimpin akan mengeluarkan sikap entrepreneur-nya,yaitu usahawan atau sikap yang selalu mengusahakan kemajuan organisasinya. Setiap kesempatan yang bagus akan ditindak lanjuti dengan kehendak yang kuat dan bersemangat. Kata-kata yang diucapkan akan marketable,yakni selalu mengusahakan kata-kata untuk menyebutkan keunggulan organisasinya tanpa merendahkan atau meremehkan organisasi lainnya. Inilah yang membedakan kata-kata marketable,seorang yang memimpin dengan hati yang rendah dengan orang yang memimpin dengan hati duniawi yang menghalalkan segala cara dalam sistem marketing mereka.
Pemimpin tidak hanya berhenti dengan kata-kata marketable-nya,tetapi terus berlanjut dengan tindakan taktis-produktif. Tindakan taktis berarti tindakan yang selalu menggunakan rencana yang matang dan sistem yang baik untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dan tindakan produktif adalah tindakan yang tidak pernah berhenti membuat produk-produk atau strategi baru untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya (Ams 31:10-31).
Keunggulan di atas akan semakin lengkap lagi bila kita pelajari dan terapkan kebaikan hati Tuhan Yesus dalam memimpin yang akan dijabarkan minggu mendatang.
Yesaya 32 : 8
“Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur,dan ia selalu bertindak demikian.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar