Minggu, 07 September 2008

Less Meat Less Heat

Vegetarian merupakan cara yang cukup efektif untuk mengatasi pemanasan global yang menjadi masalah global akhir-akhir ini. Sebelumnya,orang menjadi vegetarian karena alasan agama. Namun,sekarang tren menjadi vegetarian disebabkan karena alasan etika,lingkungan,dan kesehatan.

Menurut saya,banyak sekali pengaruh positif apabila kita mampu menjadi vegetarian.Vegetarian memiliki hubungan dengan etika kita sebagai umat berakal budi yang memiliki rasa perikemanusiaan. Manusia sebetulnya merupakan makhluk yang kejam. Bayangkan saja,berapa banyak binatang yang telah kita bunuh untuk menjadi makanan kita. Tentu saja binatang ini dibunuh bukan dengan cara pelan-pelan atau cara halus,melainkan binatang-binatang itu dibunuh dengan cara yang kejam. Binatang diciptakan bukan untuk dibunuh. Kalau seandainya binatang memang diciptakan untuk dibunuh,tentu binatang itu tidak akan menghindar bahkan kabur ketika akan kita bunuh. Tetapi kenyataannya sebaliknya,ketika akan dibunuh,binatang-binatang tersebut berusaha kabur dan mereka sepertinya berusaha melawan. Sebagai sesama ciptaan Tuhan,kita harus mampu menyayangi binatang. Binatang pun memiliki hak untuk hidup.

Berikutnya,alasan lain seseorang menjadi vegetarian adalah karena lingkungan,yaitu bumi kita sedang menghadapi ancaman pemanasan global. Berbagai penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa industri peternakan merupakan salah satu penyumbang terbesar pemanasan global. Laporan PBB pada 2006 menyebutkan bahwa hampir 20 % emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan dari semua kendaraan di dunia. Industri peternakan menghasilkan gas karbondioksida terbesar dan juga menjadi sumber emisi gas metana dan nitro oksida terbesar dengan 9 % racun karbondioksida,65 % nitrooksida,dan 37 % gas metana.
Metana menghasilan gas rumah kaca 20 kali lebih besar dan nitrooksida 296 kali lebih banyak jauh di atas karbondioksida. Peternakan juga menimbulkan 64 % amonia yang dapat menimbulkan hujan asam. Peternakan juga menyebabkan kerusakan tanah dan polusi air. Peternakan membutuhkan air untuk minum hewan ternaknya jauh lebih banyak daripada yang manusia butuhkan. Selain itu,untuk mengubah ternak menjadi daging yang siap diproduksi,membutuhkan energi yang cukup besar dan menghasilkan polusi yang tidak sedikit pula.

Selain mempengaruhi etika dan memberi sumbangan bagi lingkungan,vegetarian juga memberi sumbangan positif bagi kesehatan manusia. Struktur anatomi tubuh manusia berbeda dengan hewan karnivora (pemakan daging). Struktur anatomi tubuh manusia cenderung memadai untuk mengkonsumsi makanan yang berserat (sayuran). Selain itu pula,berdasarkan beberapa penelitian dibuktikan bahwa seorang yang vegetarian akan memiliki tingkat emosional yang lebih rendah dibandingkan dengan seseorang yang non vegetarian.
Oleh karena itu,saya mengajak anda sekalian untuk memulai menjadi vegetarian. Tidak perlu menjadi vegetarian secara penuh,tetapi marilah kita mulai mengurangi mengkonsumsi daging. Kita sebaiknya memperbanyak untuk mengkonsumsi sayuran dan makanan-makanan lain yang bukan berasal dari daging. Kita dapat turut menyumbang untuk menyelamatkan bumi kita dari kehancuran dengan mengurangi konsumsi daging kita secara perlahan-lahan. Sehingga dengan demikian,kita akan memiliki etika yang baik,kesehatan yang baik,tingkat emosional yang baik,dan bumi kita akan terlepas dari ancaman pemanasan global.

Kejadian 1 : 29-30
Berfirmanlah Allah:"Lihatlah,Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji;itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi,yang bernyawa,Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya."Dan jadilah demikian.

Tidak ada komentar: